sumatera barat
Potensi sumber daya alam di Sumatera Barat tergolong cukup banyak.
Daerah ini mempunyai daerah perairan laut yang cukup luas di sepanjang
tepi barat pulau Sumatera dan adanya kepulauan Mentawai yang menjadi
perisai untuk menahan gelombang Lautan Hindia yang cukup besar. Sumber
daya alam dari laut seperti beraneka jenis ikan, budidaya kerapu, rumput
laut, udang, kepiting dan mutiara masih sangat besar peluangnya untuk
ditingkatkan. Aneka biota laut ini disamping untuk konsumsi, juga
mempunyai potensi sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi.
Penelitian dalam bidang ini perlu dipacu agar biologi sumber daya laut
yang ada dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan Masyarakat propinsi
Sumatera Barat. Apalagi luas perairan laut Sumatera Barat mencapai
186.500 km2 dengan panjang garis pantai lebih kurang 2.420,385 km.
Potensi kelautan yang belum dimanfaatkan sama sekali adalah energi yang
dihasilkan oleh ombak atau gelombang laut yang menghempas ke pantai.
Energi kinetik dari ombak dan gelombang ini dapat dikonversikan menjadi
energi listrik. Pembuatan Pusat pembangkit tenaga gelombang laut ini
dapat dibuat dalam skala kecil, menengah dan besar. Adapun potensi air
danau telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air diantaranya
air danau Singkarak dan Maninjau dengan adanya PLTA Singkarak dan
Maninjau serta yang baru dibangun adalah PLTA Koto Panjang di kabupaten
50 Kota.
Disamping dari energi gelombang dan ombak laut, energi surya juga
melimpah di propinsi ini. Rata-rata penyinaran matahari dalam sehari
antara 7 – 10 jam, jika saja energi surya ini dapat dikumpulkan dalam
sel-sel penyerap panas matahari maka dapat digunakan untuk pembangkit
listrik skala kecil dan menengah. Jika potensi sumberdaya alam yang
berlimpah baik dari energi gelombang laut maupun energi surya, maka
kebutuhan masyarakat akan listrik yang kian hari kian bertambah dapat
dipenuhi.

Belum ada Komentar untuk "sumatera barat"
Posting Komentar